Sabtu, 20 Oktober 2012

Promosi dan Pemasaran yang Beretika

Promosi merupakan bentuk usaha seorang wiraswasta/pelaku bisnis yang memberikan suatu informasi, membujuk/mempengaruhi, dan atau mengingatkan konsumen terhadap produk kita agar mereka tertarik sehingga dapat menerima atau membeli produk kita. tentunya tanpa merugikan pihak manapun atau konsumen yang nantinya merasa kurang nyaman terhadap bentuk promosi yang sedang kita lakukan. Contohnya : tidak melebih-lebihkan profit dari produk tersebut/menipu, atau mungkin tidak mempromosikan produk kita dengan cara menjatuhkan produk kompetitor produk kita.

Dalam mempromosikan atau memasarkan produk ada ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan:
  • Memperkenalkan suatu produk dengan karakteristik yang persis dengan yang dinyatakan oleh perusahaan. Perusahaan harus memastikan apakah produk mereka diiklankan sesuai dengan kenyataan dan perjanjian sebelumnya.
  • Produsen harus memastikan apakah produknya diterima sesuai dengan interpretasi dan pola pikir konsumen. Ini dilakukan untuk menghindari adanya masyarakat/konsumen yang salah sangka dan akhirnya merasa dirugikan.
  • Konsumen merupakan raja dan harus diperlakukan sama.
  • Mempromosikan produk dengan ramah, mudah dan fleksibel. Maksudnya tidak mempersulit konsumen dalam memperoleh produk tersebut, dan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.
Etika bisnis sangatlah penting bagi suatu usaha atau perusahaan demi menjaga image dan kepercayaan konsumen di masa depan perusahaan tersebut. 


Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
Ø Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
Ø Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
Ø Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.


Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang :
  • Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun eksternal
  • Mampu meningkatkan motivasi pekerja
  • Melindungi prinsip kebebasan berniaga
  • Mampu meningkatkan keunggulan bersaing
Sumber : Artikel Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988) http://www.anneahira.com/artikel-umum-etika-bisnis.htm

Jumat, 19 Oktober 2012

Organisasi BISNIS

Organisasi merupakan sekelompok individu yang saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam manajemen, untuk mencapai suatu tujuan harus melibatkan seseorang, jadi dapat disimpulkan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tidak mungkin hanya dikerjakan seorang diri tapi kita membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuan atau cita-cita tersebut.

Organisasi bisnis berarti organisasi yang memiliki tujuan bisnis yang salah satunya adalah mendapatkan profit atau keuntungan. tapi jika ditinjau dari maksud bisnis itu sendiri selain bertujuan mendapatkan profit bisnis juga memiliki maksud sebagai penyedia produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (konsumen).

Berikut merupakan aspek-aspek jangka panjang untuk mempertahankan suatu bisnis atau usaha:
  • Market Standing, dimana suatu perusahaan bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan pengusaan pasarnya agar memperoleh pendapatan penjualan atau profit jangka panjang
  • Innovation, dimana suatu perusahaan dapat menciptakan nilai tambah pada suatu produk
  • Manager Performance dan Development, diperlukan peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and development yang berkelanjutan
  • Worker Performance and Attitude, diperlukan adanya perhatian terhadap sikap para karyawan di sekitar perusahaan ataupun area kerja agar dapat bekerja dengan baik
  • Public Responsibility, dimana suatu perusahaan perlu memperhatikan lingkungan diluar perusahaan seperti masyarakat atau lingkungan sekitar. 

Rabu, 17 Oktober 2012

BAB 1 Ruang Lingkup Bisnis

1. Pengertian Bisnis

Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terstruktur dengan memproduksi dan menjual barang/jasa untuk memperoleh keuntungan atau laba sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Berikut tujuan berbisnis:
    - memperoleh keuntungan/laba
    - memenuhi kebutuhan hidup
    - alternatif lain untuk mendapatkan laba (lapangan pekerjaan baru)
    - sebagai tempat untuk menuangkan ide atau kreatifitas/menyalurkan hobi
    - membantu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan

2. Jenis-jenis bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan:

- Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
- Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
- Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
- Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
- Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
- Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
- Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
- Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
- Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis



3.  Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar

Secara umum sistem ekonomi dapat dibagi menjadi 3 macam:

- Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalistik
Sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. prinsip "keadilan" yang dianut oleh sistem ini adalah "setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya". jadi peranan pemerintah sangatlah minim, pemerintah hanya berperan sebagai "pengamat" dan "pelindung" dalam perekonomian.
Secara garis besar ciri-ciri sistem ekonomi liberal-kapitalistik:
    a. adanya pangakuan yang luas terhadap hak-hak pribadi
    b. praktik perekonomian diatur menurut mekanisme pasar
    c. praktik perekonomian digerakkan oleh motif keuntungan (profit motive)

- Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Sistem ini yang lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. prinsip "keadilan" yang dianut oleh sistem ini adalah "setiap orang menerima imbalan yang sama". Pada sistem ini campur tangan pemerintah sangat "tinggi" dan justru pemerintah yang menentukan dan merencanakan 3 persoalan pokok yaitu:
    a. what (apa yang harus diproduksi)
    b. how (bagaimana diproduksinya)
    c. whom (untuk siapa diproduksi)

- Sistem Ekonomi Campuran (mixed economy)
Sistem ini umumnya diterapkan pada negara-negara berkembang. beberapa negara cukup konsisten dalam meramu sistem perekonomian campuran ini, ada yang kadar kapitalismenya lebih tinggi (contah nagara filipina) atau lebih cenderung ke sosialismenya (contoh negara india). namun banyak negara berkembang yang tidak bisa mempertahankan sistem perekonomian campuran

sumber: Buku "Sistem Perekonomian Indonesia"

4. Kesempatan Bisnis/Usaha

Tergantung bagaimana seorang bisa melihat peluang atau kesempatan bisnis itu sendiri dan dapat mengembangkan dengan inovasi-inovasi baru yang kreatif. Melihat peluang bisnis bisa dengan cara mengamati perkembangan pasar. Contoh : dengan mengamati perkembangan bisnis di internet, kita tahu bahwa dengan modal yang tidak besar kita bisa menjalankan bisnis yang mendapatkan keuntungan yang lumayan. Disitu kita bisa memanfaatkan peluang yang ada.

Kesempatan/peluang bisnis juga bisa dilatarbelakangi oleh hobi. karena hobi bisa memacu kreatifitas seseorang untuk menghasilkan suatu karya baru. Jika seseorang melakukan sesuatu dengan senang pasti hasilnya akan bagus sehingga jika kita memiliki kemauan untuk memanfaatkan peluang tersebut kita akan mendapatkan keuntungan yang lumayan.

5. Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi

Untuk memulai kegiatan ekonomi ada beberapa langkah:
    - Planning, yaitu merencanakan dan menentukan tujuan produksi, sasaran produksi, apa yang akan diproduksi. Tujuan produksi mencangkup mau kemana, bagaimana, sampai dimana dan apa yang harus dilakukan sehubungan dengan adanya hambatan, rintangan dan kelemahan di dalam usaha tersebut.
    - Organizing, yaitu menentukan struktur bagian-bagian penanggung jawab dalam suatu kegiatan usaha.
    - Actualisasi, yaitu melaksanakan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
    - Controling, yaitu meningkatkan dan mengembangkan usaha dengan inovasi baru,

6. Hakikat Bisnis

Mementingkan dan melayani orang lain sesungguhnya adalah konsep bisnis. Mementingkan orang lain adalah rahasia bisnis terpenting sepanjang masa. Mengatakan demikian menunjukkan bahwa Anda belum memahami hakikat bisnis yang sesungguhnya. Bisnis yang mementingkan dirinya sendiri akan hancur. Contoh sederhana mengenai hal ini adalah seorang petugas sales yang berusaha mati-matian menawarkan produknya kepada pelanggan. Bukankah banyak orang sales yang lupa bahwa pekerjaan mereka yang sesungguhnya bukanlah menjual, melainkan membantu orang lain?

Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah mementingkan orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas. Ini konsep bisnis. Bahkan saya ingin mengatakan bahwa bisnis itu sendiri pada hakekatnya adalah spiritualitas. Bisnis yang sejati haruslah dilandaskan pada spiritualitas dan akan menghasilkan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, baik bagi pelaku maupun pelanggan. Orang yang melayani orang lain dengan keahlian yang tinggi akan menjadi orang yang penting dan bernilai.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

7.  Mengapa Belajar Bisnis

Manusia membutuhkan makan untuk dapat bertahan hidup, sedangkan untuk mendapatkan makanan manusia membutuhkan uang. Uang merupakan kebutuhan utama yang sangatlah penting bagi kehidupan manusia. sebab itu untuk mendapatkan uang manusia harus berusaha dengan cara menciptakan/memproduksi suatu barang/jasa yang memiliki nilai jual agar mendapatkan uang. Dengan itu manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya agar bisa bertahan hidup. Kegiatan inilah yang disebut dengan bisnis.

Kamis, 11 Oktober 2012

Contoh Usaha Kecil "Toko Kue"

Setiap usaha memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang berkembang jika dimanage dengan baik dan ada yang menutup usaha karena tidak di manage dengan baik. Berikut salah satu usaha yang kami tinjau dari seorang ibu yang berjualan kue. Pada awalnya beliau menjualkan kue-nya dengan cara berkeliling kampung. Sebagian masyarakat sekitar menyukai kue buatannya, daripeluang tersebut, beliau dapat mengembangkan usahanya dari hasil penjualan kue tersebut.

Semakin berkembangnya usaha tersebut membuat beliau yakin untuk membuka sebuah toko yang sederhana dengan lokasi yang strategis. Hal ini dapat dilihat dari lapangan parkir yang cukup luas dan toko tersebut mudah dikunjungi oleh masyarakat. Di tambah lagi dengan harga yang terjangkau dan rasa yang enak membuat konsumen tertarik untuk membelinya.

Disetiap usaha yang dilakukan pasti memiliki kelebihan, kekurangan, ancaman dan peluang

Keuntungan:
- Semakin banyaknya masyarakat yang tahu, membuat usahanya semakin maju
- Lokasi yang strategis

Kekurangan :
- Untung yang sedikit
- Masyarakat merasa bosan dengan kue kita

Ancaman:
- Banyaknya kompetitor lain yang meniru produk kita

Peluang:
- Modalnya bertambah agar usaha dapat dikembangkan lebih besar

KELOMPOK MANAJEMEN

Kelas 1EB25

- ASTRID NOVELITA J (21212228)
- PUTRI PERTIWI (25212785)
- ROZELVI (26212710)

Rabu, 10 Oktober 2012

Peranan Wiraswasta Dalam Perekonomian Indonesia

Terbatasnya lapangan kerja di Indonesia khususnya di ibukota, membuat sebagian masyarakat mencari alternatif lain agar bisa bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga mereka. Wiraswasta adalah salah satu alternatif bagi mereka yang tidak ingin atau tidak dapat menjadi seorang karyawan swasta atau PNS. Untuk bisa menjadi seorang wiraswasta kita harus bisa berinovasi dan berkreasi untuk menciptakan sesuatu yang bisa menarik perhatian pasar. Banyak warganegara Indonesia yang tejun dalam dunia wiraswasta, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Mereka yang mampu bertahan di dunia wiraswasta adalah mereka yang berani menciptakan inovasi-inovasi yang menarik dan bisa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini.

Banyak masyarakat indonesia yang mampu meraih sukses di luar negri, berikut adalah salah satu contoh yang saya kutip dari salah satu situs di internet : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/089396254/Kisah-Bekas-Kenek-Jadi-Pengusaha-Sukses-di-London. Mengisahkan seorang kondektur angkutan umum yang merasa bosan akan penghasilan yang tidak jelas. Dengan nekat beliau berangkat ke Inggris atas saran saudaranya yang menjadi seorang supir di Kedutaan Besar Indonesia di London. Berawal dari seorang tukang cuci piring hingga memiliki sebuah restoran besar yang menjaul berbagai macam masakan khas Indonesia. Berkat keyakinan, ketekunan dan kesabaran beliaulah kini ia menjadi wiraswasta yang sukses. Tidak hanya peluang usaha di luar negeri, banyak masyarakat Indonesia yang sukses dalam usahanya, asal dia mau berusaha dan mampu bersaing di dunia usaha. Seorang penjual kue keliling, lalu menerima pesanan, sampai akhirnya semakin banyak orang tahu bahwa kue-nya layak dipasarkan lebih luas lagi dan sekarang dia mempunyai 9 cabang di JABODETABEK.

Usaha-usaha kecil, menengah maupun besar yang dirintis oleh sebagian besar masyarakat Indonesia bisa membantu mengatasi masalah negara dalam mengurangi angka pengangguran yang berdampak kemiskinan, tidak hanya itu dapat membantu perekonomian indonesia. Jadi peranan wiraswasta (orang yang menjalankan usaha) dalam perekonomian sangatlah penting bagi negara kita.

Senin, 08 Oktober 2012

12 Point Etika Menulis di Blog


Diskusi "12 Butir Kesepakatan Membudayakan Etika Menulis Blog" di Gedung Telkom Datel Jakarta Selatan, pekan lalu.

JAKARTA, (PRLM).- Apa sih etika dalam penulisan blog? Memang di jagad global, soal etika ini belum mencapai kata sepakat, seperti yang disampaikan Risa Amrikasari, konsultan HAKI dan penulis yang juga dikenal sebagai seorang blogger yang aktif memperkaya ranah dunia menulis online dengan tulisan-tulisannya yang khusus menyoroti masalah perempuan, di Gedung Telkom Datel Jakarta Selatan, pekan lalu.

Risa Amrikasari berkata, "Di dunia internasional sendiri, sejak tahun 2003 sampai sekarang, masih belum tercapai kesepakatan mengenai apa saja yang termasuk etika dalam menulis blog, karena ranah etika erat kaitannya dengan moral dan beririsan dengan ranah hukum. Oleh karenanya, saya lebih suka mengajak para blogger yang hadir di sini untuk bersepakat mengenai apa saja yang harus kita jadikan aturan secara etika dalam mengekspresikan kebebasan berpendapat dan berpikir kita melalui media online,"

Sampai saat ini pun blog digunakan untuk media publikasi tulisan-tulisan yang sifatnya akademik maupun ilmiah, telah banyak dijadikan rujukan bagi berbagai penelitian. Layaknya sebuah tulisan yang bisa diakses dan dibaca oleh semua pengguna internet di seluruh, tentunya dalam menulis blog diperlukan juga aturan-aturan yang menyangkut etika dalam berkomunikasi online. bahkan tidak hanya itu banyak orang yang memanfaatkan media online untuk berbisnnis.

Untuk meningkatkan kualitas blog dan tulisan para blogger itu sendiri, ada beberapa aturan baik tertulis maupun tak tertulis. Yang tertulis, tentunya berkaitan dengan implikasi hukum dari sebuah tulisan yang dipublikasi melalui blog. Sejumlah aturan hukum menjadi 'alat pemaksa' bagi para pengguna internet agar lebih berhati-hati dalam menulis di blog mereka. Di Indonesia ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pers, dan KUHP yang bisa menjerat penulis blog yang dianggap melanggar hukum.

Berikut kesepakatan yang telah tercapai dalam diskusi "12 Butir Kesepakatan Membudayakan Etika Menulis Blog":
    1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
    2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
    3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
    4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
    5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
    6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
    7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
    8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
    9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
    10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
    11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-  hak orang lain.
    12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/150392


Rabu, 03 Oktober 2012

Kepadatan Penduduk di Ibukota JAKARTA

KELOMPOK MANAJEMEN
KELAS 1EB25

-   ASTRID NOVELITA J (21212228)

-   PUTRI PERTIWI (25212785)
-   ROZELVI (26212710)

Kepadatan Penduduk Sebagai Akar dari Permasalahan Kota Jakarta. Jakarta adalah contoh yang sangat pas untuk membahas sebuah – permasalahan dalam kota. Khususnya masalah kepadatan penduduk. Ibukota Jakarta merupakan daerah terpadat pertama di Indonesia, berikut data yang kami ambil dari internet http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_kepadatan_penduduk
Dan data ini dihimpun dari PEMKOT dan PEMPROV wilayah masing-masing kota atau provinsi.

No.
Kota
Provinsi
Luas wilayah
Jumlah
Kepadatan
 (Km2)
 penduduk
 per km2
1
Jakarta Pusat
DKI Jakarta
47,90
889.448
18.569
2
Jakarta Barat
DKI Jakarta
126,15
2.093.013
16.591
3
Jakarta Selatan
DKI Jakarta
145,73
2.001.353
13.733
4
Bandung
Jawa Barat
167,30
2.288.570
13.679
5
Cimahi
Jawa Barat
40,36
546.879
13.549
6
Yogyakarta
DI Yogyakarta
32,50
433.539
13.34
7
Jakarta Timur
DKI Jakarta
187,73
2.391.166
12.737
8
Surakarta
Jawa Tengah
44,03
506.397
11.501
9
Jakarta Utara
DKI Jakarta
142,30
1.445.623
10.159
10
Bekasi
Jawa Barat
210,49
1.993.478
9.471
11
Cirebon
Jawa Barat
37,36
308.771
8.265
12
Tangerang
Banten
177,30
1.451.595
8.187
13
Banjarmasin
Kalimantan Selatan
72,00
589.115
8.182
14
Surabaya
Jawa Timur
326,37
2.611.506
8.002
15
Medan
Sumatera Utara
265,10
2.029.797
7.657
16
Bogor
Jawa Barat
118,50
891.467
7.523
17
Malang
Jawa Timur
110,06
790.356
7.181
18
Depok
Jawa Barat
200,29
1.374.903
6.865
19
Magelang
Jawa Tengah
18,12
124.374
6.864
20
Mojokerto
Jawa Timur
16,47
111.86
6.792


Dari data berikut dapat kita perhatikan bahwa wilayah Jakarta Timur merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, tetapi kepadatan penduduknya terdapat di Jakarta Pusat. Namun, wilayah yang jumlah penduduknya lebih sedikit terdapat di wilayah Jakarta Pusat. Kepadatan penduduk khususnya daerah Jakarta disebabkan oleh faktor sebagai berikut:

-   Jumlah angka kelahiran yang relatif tinggi dan jumlah angka kematian yang relatif rendah
-  Pemikiran masyarakat desa yang menganggap bahwa Jakarta akan memberikan kesejahteraan untuk mereka padahal hal ini dapat menimbulkan masalah baru seperti tingginya jumlah pengangguran, kemiskinan yang meningkat sehingga taraf kehidupan masyarakat menjadi menurun dan hal ini menyebabkan tingkat kriminalitas yang cenderung meningkat di daerah perkotaan

Ada banyak faktor yang memicu urbanisasi misalnya; modernisasi teknologi, rakyat pedesaan selalu dibombardir dengan kehidupan serba wah yang ada di kota besar sehingga semakin mendorong mereka meninggalkan kampungnya. Pendidikan. Faktor pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap melunjaknya jumlah penduduk. Lapangan Kerja. Jakarta sebagai kota besar dan berpenduduk banyak tentunya sangat menjanjikan untuk orang-orang kecil yang berniat untuk mencari sesuap nasi dikota ini mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pedagang asongan, tukang ojek, tukang semir sepatu, buruh pabrik, pembantu rumah tangga, dll.

DAMPAK
Kesesakan yang diakibatkan oleh berlebihannya pendduduk Jakarta mengakibatkan; Sifat Konsumtif, Kekumuhan kota, Kemacetan lalu lintas, Kriminalitas yang tinggi, Struktur kota yang berantakan, isu Jakarta tenggelam, Banjir, pelebaran kota dengan tata kota yang tidak baik, melonjaknya sector informal, terjadinya kemerosotan kota, dan pengembangan industry yang menghasilkan limbah.
Semua upaya untuk mengekang tingkat kelahiran di kota itu akan menjadi tidak berarti jika kita tidak dapat membatasi urbanisasi. Untuk mengatasi masalah ini, Jakarta tidak bisa bekerja sendiri karena masih ada faktor yang mendorong urbanisasi dari berbagai daerah. Namun Semua masalah ini hanya bisa dipecahkan jika ada kemauan politik dari pemerintah pusat untuk menangani masalah mengurangi kesenjangan antara Jakarta dan provinsi-provinsi lainnya.

- Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :

1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

- Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :

1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

Sumber: